Peringati Hari Santri 2026, Kepedulian Sosial Warga Kota Madiun Diperkuat dari RT

Peringati Hari Santri 2026, Kepedulian Sosial Warga Kota Madiun Diperkuat dari RT
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 22 Oct 2026
  • 50 kali dilihat

Peringati Hari Santri 2026, Kepedulian Sosial Warga Kota Madiun Diperkuat dari RT

MADIUN – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam membantu masyarakat. Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengajak kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan para santri untuk ikut melihat persoalan di lingkungan sekitar serta membantu warga yang membutuhkan.


Hal tersebut sesuai dengan sambutannya saat menghadiri undangan dalam acara istighosah dan tasyakuran di Pondok Pesantren Al-Mardliyyah, Kelurahan Demangan, Rabu (21/10) malam. Kegiatan yang mengusung tema Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas 2045 ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.


Plt Wali Kota mengatakan, semangat menuju Indonesia Emas 2045 perlu diwujudkan melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk santri dan organisasi keagamaan. Menurutnya, NU selama ini telah banyak berkontribusi dalam mendukung kegiatan pemerintah daerah. Ke depan, keterlibatan tersebut diharapkan semakin kuat, terutama dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan perhatian.


“Santri jangan diam. Coba lihat lingkungan kanan dan kiri, masih banyak masyarakat yang perlu kita sentuh dan bantu. Saya ingin santri dan seluruh ulama bisa turun langsung melihat kondisi warga,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Plt wali kota juga menjelaskan bahwa pembangunan Kota Madiun ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan berskala besar, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari lingkungan terkecil. Penanganan persoalan di tingkat RT menjadi salah satu perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.


“Pembangunan harus dimulai dari bawah, dari lingkungan tingkat RT. Yang penting masyarakat lebih dulu kita perhatikan, dibantu sesuai kebutuhannya, dan terlindungi,” ungkapnya.


Dengan begitu,  Plt Wali Kota berharap NU bersama para kiai, santri, dan unsur terkait dapat bersinergi dengan pemerintah dalam mengidentifikasi kondisi warga yang membutuhkan bantuan.  Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk tasyakuran Hari Santri Nasional, dilanjutkan pemotongan pita sebagai tanda peresmian gedung Pondok Pesantren Al-Mardliyyah. (rams/im/diskominfo)


  • Bagikan: